Nama : Marseline Rihi
Nim : 802008082
1. ‘Kebenaran’ sebagai tanda-tanda dari kenyataan yang menunjukkan Indonesia menuju kepada ’ambruknya peradaban sendiri’ seperti yang diramalkan oleh Terry Mart ialah sebenarnya ada banyak ’kebenaran’ tanda dari kenyataan yang menyatakan bahwa Indonesia menuju ’ambruknya peradabannya sendiri’ salah satu contohnya ialah seperti yang telah dijabarkan oleh Penulis sendiri yakni civitas akademika pendidikan Indonesia yang ‘tidak menunaikan tugas khas dan kekaryaannya yang spesifik, yaitu tak peduli pada masalah krusial bangsa dan abai pada pembentukan komunitas ilmiah’. ‘kebenaran’ sebagai tanda lainnya ialah berbagai penyimpangan moral yang terjadi di kalangan masyarakat Indonesia. Di mulai dari kalangan :
Ø Pendidikan, Pendidikan untuk semua akan gagal terwujud karena kualitas dan kuantitas guru tidak merata diantara daerah. Contohnya : kurang nya tenaga-tenaga pengajar didaerah pelosok dan terbatasnya kemampuan intelektual tenaga pengajar, dan selain itu antar pelajar pun sering terjadi tawuran, perkelahian antar genk, perilaku seks bebas, gaya hidup yang tidak beraturan menjadi beberapa contoh dari mulai lunturnya moral di kalangan generasi muda.
Ø Pembangunan sumber daya manusia yang tidak dapat mengimbangi arus globalisasi yang sudah ada di Indonesia. Contohnya: di Indonesia orang masih banyak yang gagap terhadap teknologi yang ada padahal teknologi menjadi titik tumpu atas segala bidang kehidupan yang ada di Indonesia.
Ø Di kalangan pejabat juga tak jarang kita temui, praktek korupsi di segala lini kepejabatan baik di pemerintah pusat maupun dalam pemerintah daerah yang merupakan persoalan yang sangat mengerikan di Indonesia. dengan ini masyarakat secara umum pada akhirnya kehilangan rujukan keteladanan sehingga krisis moral semakin hilang.
2. Cara "Filsafat Ilmu & Logika" membantu menyelamatkan Indonesia yaitu dengan cara menemukan titik pangkal yang merupakan indicator penentu pengambilan keputusan dan menjelaskan bahwa Indonesia (bias) selamat berdasarkan tiga landasan ilmu, yakni Ontologi, Epistemologi dan Aksiologi. Dan selain itu kita juga harus Menata ulang kurikulum Mata Kuliah Dasar Umum (MKDU) dengan memberi pembobotan lebih besar pada Mata Kuliah Filsafat Ilmu, Logika, Kemampuan Berbahasa, Metodologi Penelitian, dan Teknik Penulisan Ilmiah. Tenaga akademik, kepustakaan, akses ke sumber, dan fasilitas penunjang lainnya harus ditingkatkan
Paradigma proses belajar juga harus lebih diarahkan kepada konstruktivistik ketimbang kearah behavioristik dengan cara melatih mahasiswa untuk tidak sekedar belajar namun tahu bagaimana cara mereka belajar.
Paradigma proses belajar juga harus lebih diarahkan kepada konstruktivistik ketimbang kearah behavioristik dengan cara melatih mahasiswa untuk tidak sekedar belajar namun tahu bagaimana cara mereka belajar.
3. Peran yang seharusnya dilakukan/dimainkan oleh mahasiswa sebagai bagian dari kelompok kelas menengah di Indonesia untuk menyelamatkan negara mereka yaitu dengan beberapa hal sebagai berikut :
Ø Sebaiknya mengerti dan sadar bahwa kegiatan perkuliahan semata-mata bukan sebagai tempat untuk berkuliah setelah itu tamat dan bekerja, tentunya jangan hanya dikondisikan dengan situasi yang pragmatis. Hal yang lain yang dapat dilakukan adalah membenahi diri dengan mengubah pola pikir yang hanya untuk menjadi tenaga kerja tetapi bagimana kita berpikir untuk menjadi seorang pengembang dan pengamal ilmu.
Ø Mahasiswa harus bisa berpikir kritis terhadap pembangunan yang baik dan tertata bagi negaranya sehingga mahasiswa tidak hanya menerima materi yang diberikan dosen saja tetapi mahasiswa juga dituntut untuk bisa mengaplikasikannya dalam kehidupan nyata ataupun dalam lingkungan masyarakat.
Ø Dan mahasiswa harus turut ambil bagian dalam mengembangkan negaranya dengan cara belajar dan mengolah potensi dalam dirinya dan dapat membuat prestasi untuk bisa bersaing di dunia internasional.
4. Yang harus dikerjakan filsuf atau ilmuwan agar rakyat merasa kembali dikembalikan adalah ilmuwan / filsuf harus bisa mengubah pola pikir masyarakat, memberikan pengertian akan pentingnya ilmu pengetahuan sebagai penunjang kehidupan karena tanpa ilmu pengetahuan, masyarakat akan mengalami kemunduran karena ilmu pengetahuan dan teknologi semakin berkembang. Masyarakat tidak bisa hanya mengandalkan tenaganya untuk berkembang. Selama ini masyarakat telah menganggap sepeleh pengetahuan. Mereka berpikir ilmu pengetahuan tidak bisa memberikan mereka hidup yang layak dan berkecukupan. Oleh sebab itu, tugas para ilmuwan/filsuf untuk bisa bekerja sama dengan pemerintah agar memberikan penyuluhan dan pelatihan pendidikan seperti mengadakan sekolah terbuka bagi mereka / masyarakat yang tidak mampu. Dengan cara demikian rakyat merasa dipedulikan dengan adanya pemberian ilmu.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar